Kondisi Sawah di Sabah Budan Mandin Mengalami Kekeringan, Fasilitas IRPOM sampai saat ini belum juga Beroperasi
MARDINDING – Wartarealitas – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Fajar Tani di wilayah Sabah Budan Mandin, Desa Mardingding, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo kini tengah dihantui ancaman gagal panen.
Pasalnya, Lahan persawahan di daerah tersebut terpantau mengalami kekeringan ekstrem dengan kondisi tanah yang retak-retak akibat tidak mendapatkan pasokan air yang cukup. Rabu (28/01/2026).
Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah adanya fasilitas Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang telah tersedia namun hingga saat ini belum juga dioperasikan.
Belum berfungsinya infrastruktur pengairan tersebut membuat petani hanya bisa pasrah melihat tanaman padi mereka mulai layu di atas tanah yang kering kerontang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, retakan tanah di area persawahan menunjukkan bahwa krisis air sudah berlangsung cukup lama. Jika fasilitas IRPOM tidak segera difungsikan oleh Pengurus Kelompok Tani Fajar Tani atau pihak UPT Dinas Pertanian Kecamatan Mardingding dipastikan produktivitas padi akan menurun tajam atau bahkan berujung pada kegagalan panen total.
Berdasarkan penuturan narasumber warga setempat kepada wartawan mengatakan, 2 hari yang lalu mesin pompa penyedot air memang sudah dihidupkan sebentar, disekitar sumber air, itu pun karna ada pemberitaan di media. Untuk counter berita yang sebelumnya menyoroti tentang “Tak kunjung dioprasikan proyek IRPOM di Sabah Budan Mandin”, oleh Ketua Keltan Fajar Tani kemudian membuat berita perimbangan dengan modus agar seolah olah mesin pompa penyedot air sudah dioperasikan walau hanya sesaat, ujar warga
Kondisi ini diharapkan mendapat perhatian serius dan penanganan cepat dari
Dinas Pertanian Kabupaten Karo agar fasilitas pengairan yang sudah ada dapat segera dimanfaatkan demi menyelamatkan nasib para petani dan menjaga ketahanan pangan di wilayah Sabah Budan Mandin.
Warga juga berharap agar Para pengurus Keltan Fajar Tani Sabah Budan Mandin Transparan soal berapa jumlah dana yang masuk ke rekening Bendehara Keltan Fajar Tani untuk proyek pembangunan IRPOM yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2023.
(Red)



























