Banyak Yang Mati, Ternak Kambing BUMDes Lau Solu Diduga Pengadaan Bibit Tidak Sesuai Spesifikasi 

REDAKSI TANAH KARO

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:48 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustras Al

 

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MARDINGDING – Wartarealitas – Program pemberdayaan ekonomi melalui pengadaan ternak kambing yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lau Solu, Kecamatan Mardingding, kini berada di ujung tanduk. Alih-alih mendatangkan keuntungan bagi desa, proyek ini justru terancam gagal total setelah puluhan ekor kambing ditemukan mati secara berturut-turut.

 

​Kondisi ini memicu keresahan warga dan memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam proses pengadaan bibit ternak tersebut. ​

 

Bibit Diduga Tak Sesuai Spesifikasi,

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kematian massal ternak ini diduga kuat akibat kualitas bibit yang buruk.

 

Kondisi fisik kambing saat pertama kali tiba sudah terlihat lemah dan tidak sesuai dengan spesifikasi ternak unggul yang seharusnya.

 

​”Seharusnya bibit yang datang itu sehat dan sudah melalui karantina. Tapi yang kami lihat, banyak yang terlihat sakit-sakitan tak lama setelah sampai. Sekarang satu per satu mati,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Senin, (26/01/2026)

 

Indikasi Mark-Up Harga

​Selain masalah kualitas, proyek ini juga diterpa isu miring terkait penggunaan anggaran. Muncul dugaan kuat adanya praktik mark-up (penggelembungan harga) dalam proses pengadaan bibit kambing tersebut.

 

​Hingga berita ini diturunkan, terdapat selisih harga yang cukup signifikan antara anggaran yang dikeluarkan BUMDes dengan realitas harga pasar untuk bibit dengan kualitas serupa.

 

Hal ini memicu kecurigaan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mengambil keuntungan pribadi di atas program pembangunan desa.

 

Poin-Poin Utama Dugaan Permasalahan:

– ​Tingkat Kematian Tinggi: Populasi kambing berkurang drastis dalam waktu singkat.

– ​Kualitas Bibit: Diduga tidak melalui seleksi kesehatan yang ketat dan tidak sesuai standar teknis.

– ​Transparansi Anggaran: Harga per ekor kambing dinilai tidak wajar jika dibandingkan dengan kondisi fisik ternak yang diterima.

– ​Ancaman Kerugian Desa: Dana desa yang dialokasikan Kuranglebih Rp.140 juta terancam sia sia tanpa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

 

​Warga mendesak pihak terkait, termasuk Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), untuk segera turun ke lapangan melakukan audit investigatif. Jika ditemukan bukti penyelewengan, warga meminta agar oknum yang terlibat diproses secara hukum demi menyelamatkan keuangan desa.

 

Hingga berita ini diterbitkan ​Pihak pengelola BUMDes Lau Solu belum memberikan keterangan resmi terkait polemik ini.

 

Sementara Kades Lau Solu saat dikonfirmasi mengaku bahwa dana yang digelontorkan untuk kegiatan ketahanan pangan melalui pengadaan bibit ternak kambing sebanyak 50 ekor dan pembangunan kandang beserta biaya operasional sudah dianggarkan dari APBDes T.a 2025 sebanyak Rp. 140 juta,

 

Pihaknya (kades) lau solu juga belum mengetahui penyebab utama matinya ternak kambing tersebut, upaya yang telah dilakukan Pemerintahan desa dan manager BUMDes, sudah melaporkan ke Dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan dan penelitian penyebab kematian hewan ternak kambing yang dikelola BUMDes Lau Solu. Pungkasnya.

 

(Red)

Berita Terkait

SOP BPJS Kesehatan Dikeluhkan, Warga Karo Terpaksa Rogoh Kocek Ratusan Ribu Demi Obat Murah di Apotek Tertentu
DPRD Karo Desak Pendelegasian Urusan Adminduk ke Kecamatan untuk Berantas Calo
Kadis PUTR Kabupaten Karo Bergerak Cepat Atasi Genangan Air di Kabanjahe
DPRD Karo Soroti Hak Prerogatif Kepala Desa dalam Memilih Perangkat Desa
Sehari Pasca di Tugaskan Sebagai Plh Kajari Karo Herlangga Wisnu M. SH, MH Langsung Pimpin Rapat 
​H+1 Idul Fitri 2026: Kunjungan Wisata ke Karo Meningkat Signifikan, Pemandian Air Panas Jadi Primadona
Sambut Idul Fitri 1447 H, DPD IPK Kabupaten Karo Dukung Penuh Festival Tabuh Bambu dan Bedug ke-18 di Berastagi
KORMI Kabupaten Karo Hadiri Festival Tabuh Bambu dan Bedug ke-18 di Berastagi

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:36 WIB

Polisi sambeng gelar patroli p2b dalam mendukung program Asta cita. 

Sabtu, 25 April 2026 - 17:30 WIB

Polsek sambeng gelar patroli lalu lintas pagi untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat. 

Sabtu, 25 April 2026 - 17:27 WIB

Polsek sambeng patroli obyek vital ciptakan keamanan wilayah hukum yang aman dan kondusif. 

Sabtu, 25 April 2026 - 17:25 WIB

Polsek sambeng gelar patroli harkamtibmas ajak warga untuk menjaga harkamtibmas. 

Senin, 20 April 2026 - 13:33 WIB

Polsek Kedungpring gelar cangkrukan kamtibmas untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat. 

Senin, 20 April 2026 - 13:30 WIB

PATROLI PERINTIS PRESISI OBVIT DI WILAYAH HUKUM POLSEK KEDUNGPRING. 

Senin, 20 April 2026 - 13:24 WIB

Patroli wilayah untuk cegah bencana alam banjir di wilayah Kedungpring. 

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

“KEGIATAN POLICE GOES TO SCHOOL SD NEGERI MAINDU DESA MAINDU KEC KEDUNGPRING”

Berita Terbaru

ilustrasi

ACEH BARAT DAYA

Sajikan 15.175 Lemang dan Tape, Abdya Cetak Rekor Dunia

Minggu, 26 Apr 2026 - 00:15 WIB