Karena Faktor Alam Ambrol Lagi Tebing Bengawan Solo, Kontraktor Tetap Tanggung Jawab, FKMB Bakal Kawal Perbaikan Hingga Tuntas

REDAKSI JAWA TIMUR

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:06 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO |Wartarealitas.net- Mega proyek pembangunan tebing Bengawan Solo sepanjang 980 meter di seputar Kecamatan Baureno Bojonegoro, kembali mengalami ambrol pada Januari 2026. Proyek yang menelan anggaran Rp. 40 miliar TA 2024 itu sempat mengalami ambrol di Desember 2024, namun sudah diperbaiki kontraktor tahun 2025.

 

Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro (FKMB) bakal mengawal perbaikan tebing yang jebol. Pantauan di lokasi, tanggul yang jebol sekitar 30-40 meter berada di Desa Lebaksari, tapi lokasinya bukan yang sudah diperbaiki tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Berdasarkan pantauan kami di lokasi tanggul di Desa Lebaksari itu, yang ambrol kali ini lokasinya bergeser bukan yang baru diperbaiki. Untuk FKMB akan kembali mengawal perbaikan nya, karena kontraktor sudah menyatakan bertanggung jawab,” kata Ketua FKMB, Edy Susilo, SSos. SH. MH. CPL kepada media Sabtu (24/1).

Menurut Edy, kontraktor mengatakan bakal bertanggung jawab terhadap kerusakan tanggul tersebut. Etikat baik itu patut diapresiasi dan dihormati. Apalagi saat menyelesaikan proyek tersebut sudah dilakukan secara spesifik. Ambrolnya tanggul disebabkan faktor alam, yakni intensitas hujan dan debit air Bengawan Solo yang tinggi.

 

Berdasarkan klarifikasi dari Dinas PU-SDA Bojonegoro, pembangunan tanggul sesungguhnya dilakukan untuk menahan arus air dalam Bengawan supaya tidak jebol dan airnya bisa merusak area persawahan dan pemukiman penduduk.

 

Edy membenarkan dan menyetujui pendapat tersebut. Intensitas hujan tinggi bukan hanya terjadi di wilayah Bojonegoro, tapi hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan beberapa daerah mengalami banjir yang cukup parah, yang sudah masuk kategori bencana. “Jadi sebenarnya bukan soal teknis, tapi sudah masuk kategori force majeure yakni keadaan yang memaksa,” ujarnya.

 

Menurut Edy, dalam kondisi normal diyakini tanggul tidak bakal sampai jebol. Tapi apakah terjadinya ambrol itu masih termasuk dalam masa pemeliharaan dan tanggung jawab kontraktor, dan pihak kontraktor menyatakan bertanggung jawab sehingga perlu dilihat secara lebih komprehensif lagi duduk persoalannya.

 

“Dalam kondisi cuaca saat ini, segala macam kerusakan sangat mungkin terjadi. Hujan deras dan panjang, badai angin puting beliung, dan faktor alam lainnya” jelasnya.

 

Namun demikian, FKMB mengapresiasi PT Indopenta Bumi Permai, perusahaan asal Surabaya, yang menyatakan siap bertanggungjawab atas ambrolnya tanggul di desa Lebaksari Boureno tersebut. Tentu sambil menunggu hasil audit dan pemeriksaan tim teknis Pemkab. Bojonegoro untuk menentukan keputusan akhirnya.

 

“Kalau tidak salah pihak kontraktor telah menyelesaikan perbaikan tanggul yang jebol sebelumnya sekitar 3 bulan yang lalu. Sementara yang ambrol saat ini kan dilokasi berbeda. Jadi kita lihat bagaimana keputusan akhirnya nanti. Saat ini juga tentu belum bisa dilakukan perbaikan karena intensitas hujan yang tinggi,nyg diperkirakan hingga Februari nanti,” urainya.

 

Pihak kontraktor pelaksana pun membenarkan adanya kerusakan tersebut. Humas PT Indopenta Bumi Permai (IBP), Ardhiyana menyebut ambrolnya tebing mencapai sekitar 40 meter. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi terkait rencana perbaikan ulang.

 

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth. Ia menjelaskan, titik lokasi yang mengalami ambrol di awal Januari 2025 sudah dilakukan perbaikan. Namun, menjelang akhir masa pemeliharaan, kembali terjadi ambrol di lokasi berbeda.

“Kita berharap, apapun keputusan akhir pihak Dinas PU-SDA dan kontraktor adalah solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat. Perlu perbaikan secepatnya jika kondisi sudah memungkinkan, sebab daerah sekitar adalah area persawahan yang tentu butuh pengamanan ekstra. FKMB akan kawal perbaikan ini, untuk kepentingan bersama,” tandasnya.

 

(Red)

Berita Terkait

“Patroli kota presisi kegiatan dialogis di wilayah kecamatan sukodadi”
Polsek sukodadi gelar patroli ke objek vital guna ciptakan situasi yang aman dan kondusif Di wilayah sukodadi.
Polsek sukodadi polres lamongan gelar patroli dialogis untuk sampaikan himbauan kamtibmas kepada warga masyarakat desa dengan humanis.
Polsek Sukodadi gelar patroli obyek vital guna ciptakan situasi yang kondusif di wilayah Sukodadi.
Polsek Sukodadi gelar patroli dialogis untuk sampaikan pesan kamtibmas kepada warga desa dengan humanis.
Polsek sukodadi gelar patroli cangkrukan kamtibmas untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Anggota polsek sukodadi melaksanakan kegiatan monitoring p2b dalam upaya mendukung program Asta cita presiden RI.
Polsek sukodadi gelar patroli dialogis guna memberikan pesan Kamtibmas kepada warga.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 19:39 WIB

Dansatgas TMMD Abdya Serahkan Santunan, Perkuat Kebersamaan dengan Warga

Minggu, 26 April 2026 - 19:33 WIB

Momentum Kenduri Desa Perkuat Dukungan terhadap TMMD ke-128

Minggu, 26 April 2026 - 19:08 WIB

TMMD Abdya Wujudkan Lingkungan Sehat Lewat Pembangunan MCK

Minggu, 26 April 2026 - 18:27 WIB

Warga Gunung Cut Diedukasi Soal Ancaman Hukum Pembalakan Hutan

Minggu, 26 April 2026 - 00:15 WIB

Sajikan 15.175 Lemang dan Tape, Abdya Cetak Rekor Dunia

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Dansatgas TMMD Abdya Serahkan Santunan, Perkuat Kebersamaan dengan Warga

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:39 WIB

ACEH BARAT DAYA

Momentum Kenduri Desa Perkuat Dukungan terhadap TMMD ke-128

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:33 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Wujudkan Lingkungan Sehat Lewat Pembangunan MCK

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:08 WIB

ACEH BARAT DAYA

Warga Gunung Cut Diedukasi Soal Ancaman Hukum Pembalakan Hutan

Minggu, 26 Apr 2026 - 18:27 WIB