Jakarta,22 Desember 2025-Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) DKI Jakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan angkat topi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen.Pol. Suyudi beserta seluruh jajaran atas keberhasilan luar biasa dalam memberantas peredaran gelap narkoba sepanjang tahun 2025.
Sepanjang tahun 2025, BNN RI berhasil membongkar 746 kasus narkotika dengan total 1.174 orang tersangka yang berhasil diamankan dengan barang bukti narkotika yang berhasil disita dari sabu 4.011.723,13 gram atau lebih dari 4 ton sabu
Capaian ini dinilai sebagai prestasi besar dan bukti nyata komitmen kuat Kepala BNN RI dan jajaran dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba.
Ketua PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta Dedi Siregar menyatakan bahwa keberhasilan ini patut mendapatkan penghargaan dari seluruh elemen bangsa.
“Kami angkat topi dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BNN RI dan seluruh jajaran atas dedikasi, kerja keras, serta ketegasan dalam memberantas narkoba. Ini adalah langkah nyata dalam menyelamatkan masa depan bangsa,” tegasnya.
Menurutnya, narkoba merupakan musuh bersama yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial, moral, dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, tindakan tegas dan konsisten yang dilakukan BNN RI menjadi harapan besar dalam menciptakan Indonesia yang bersih dari narkoba.
“Keberhasilan BNN RI di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi bersama jajaran merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujar Dedi Siregar
“Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Gerakan Pemuda Al Washliyah siap menjadi mitra strategis BNN dalam mengedukasi dan mengawal generasi muda agar terhindar dari narkoba,” tambahnya.
PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta berharap keberhasilan ini dapat terus ditingkatkan serta menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
Untuk informasi BNN RI bersama penegak hukum lainnya secara kolaboratif dan terpadu telah berhasil mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dan prekusornarkotika,'” kata Suyudi mengawali pemaparannya, Jumat (19/12/2025). membongkar peredaran terorganisir yang terdiri atas 33 jaringan nasional dan 9 jaringan internasional. BNN juga telah menangkap 1.174 orang tersangka.
“Menangkap sebanyak 1.174 orang tersangka. Adapun barang bukti narkotika yang berhasil disita dari sabu 4.011.723,13 gram atau lebih dari 4 ton sabu,” ungkapnya.
Komjen. Suyudi mengatakan BNN juga menyita ganja 2.178.306,42 gram dan ganja sintetis 2.061,56 gram. Pihaknya menyebut telah mengamankan 364.750 butir dan 142.490,78 gram ekstasi.
“Ekstasi 364.750 butir dan 142.490,78 gram serta kokain 4.703,71 gram,” ucap Suyudi. “BNN juga telah melakukan upaya pemutusan mata rantai produksi narkotika melalui eradikasi ladang ganja pada tahun 2025. BNN RI juga telah memusnahkan ladang tanaman ganja seluas 127.800 meter persegi dengan total sebanyak 224.500 batang tanaman dengan berat keseluruhan sebanyak 109,8 ton,” imbuhnya. (red)



























