Warga Desa Namanteran Saat Demo Semalam Suntuk Terkait Krisis Air Bersih dan Transparansi Pengelolaan Keuangan dari Sewa Jambur serta yuran Air.
NAMAN TERAN – WARTAREALITAS – Gelombang amarah masyarakat Desa Namanteran, Kecamatan Naman Teran, pecah pada malam hingga dini hari tadi. Ratusan warga mendatangi kantor desa dan titik berkumpul lainnya guna meluapkan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) yang dinilai abai terhadap kebutuhan dasar warga. Senin, (2/2/2026) mulai sejak malam pukul 22 : 00 Wib
Aksi massa yang berlangsung sejak malam hingga waktu subuh ini dipicu oleh akumulasi kekesalan warga atas krisis air bersih yang telah mendera pemukiman mereka selama hampir satu tahun terakhir.
Setahun Tanpa Air, Pemerintah Desa Dinilai Tutup Mata
Menurut keterangan sejumlah warga di lokasi, pasokan air bersih ke rumah-rumah penduduk sudah terhenti total selama kurang lebih satu tahun. Selama periode tersebut, warga mengaku tidak melihat adanya upaya serius atau penanganan nyata dari pihak pemerintah desa untuk memperbaiki sarana distribusi air.
”Sudah setahun kami seperti dianaktirikan. Air adalah kebutuhan pokok, tapi suara kami seperti tidak didengar. Tidak ada solusi, tidak ada perbaikan,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Tragedi Kebakaran Jadi Pemicu Utama
Kemarahan warga mencapai titik didih menyusul musibah kebakaran hebat yang melanda desa tersebut baru-baru ini. Dalam insiden itu, satu unit rumah hangus terbakar dan dua unit lainnya mengalami kerusakan parah.
Warga merasa sangat terpukul karena saat api berkobar, mereka tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkan api akibat tidak adanya pasokan air di lingkungan mereka. Ketiadaan air membuat api dengan cepat merambat dan menghanguskan harta benda warga, sebuah tragedi yang diyakini bisa diminimalisir jika fasilitas air berfungsi dengan baik.
Aksi Sejumlah Warga Bertahan Hingga Subuh
Berdasarkan pantauan dari video yang beredar, massa berkumpul dalam suasana emosional namun tetap berusaha menuntut kejelasan.
Tampak puluhan warga sempat berorasi di kantor pemerintahan desa dan berlanjut duduk dijambur/balai desa melakukan koordinasi dan menunjukkan solidaritas bahwa mereka tidak akan tinggal diam lagi.
Selain menuntut perbaikan fasilitas air bersih, massa juga menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa terkait pengelolaan dana non-budgeter dan pendapatan desa. “Ke Mana Uang Sewa Jambur dan Iuran Air?”
Ada dua poin utama yang menjadi sorotan tajam warga:
Iuran Air Bersih: Warga mempertanyakan ke mana larinya uang iuran air yang selama ini rutin dikutip dari masyarakat, sementara kenyataannya air tidak mengalir ke rumah-rumah selama berbulan-bulan.
Sewa Jambur/Balai Desa: Warga menuntut keterbukaan informasi mengenai pendapatan dari hasil sewa Jambur (balai desa). Mereka menilai selama ini tidak ada laporan yang jelas mengenai aliran dana tersebut untuk kepentingan masyarakat.
Warga menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan keuangan desa sehingga menuntut Kepala Desa untuk memberikan penjelasan rinci dan menunjukkan bukti pertanggungjawaban yang transparan.

Kehadiran Pejabat di Tengah Massa
Merespons situasi yang kian memanas, Camat Naman Teran, Silok Pardomuan, SKM, M.AP, bersama anggota Komisi A DPRD Kabupaten Karo, Dra. Lusia Sukatendel, turun langsung ke lokasi kejadian pada dini hari.
Keduanya hadir di tengah kerumunan warga untuk mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan yang selama ini menyumbat komunikasi antara masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes).
Camat Berjanji akan mendesak Kepala Desa Naman Nusantara Sitepu. Dalam dialog tersebut, Camat Naman Teran memberikan jaminan kepada warga bahwa aspirasi mereka tidak akan menguap begitu saja. Beliau berjanji akan mengambil langkah tegas untuk memastikan pelayanan publik di desa kembali normal.
”Kami akan mendesak Kepala Desa Naman Teran untuk secepatnya merealisasikan poin-poin tuntutan warga. Masalah air dan transparansi ini harus segera diselesaikan agar tidak ada lagi kerugian di masyarakat,” tegas Silok Pardomuan di hadapan massa.
Dukungan Legislatif
Kehadiran Dra. Lusia Sukatendel dari Komisi A DPRD Karo juga memberikan angin segar bagi warga. Selaku wakil rakyat, beliau berkomitmen akan mengawal janji pemerintah kecamatan dalam menindaklanjuti kinerja Kepala Desa Naman Teran agar hak-hak masyarakat terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.
Hingga subuh tadi, massa akhirnya mulai membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan komitmen lisan dari pihak Camat NamanTeran. Namun, warga menegaskan akan terus mengawal janji tersebut hingga ada realisasi nyata di lapangan.
(Daris Kaban)



























